LITERASI
14 – Senin, 9 Februari 2026
Pilihlah salah satu temanmu untuk
membacalkan informasi di bawah ini di depan kelas dan kerjakan tugasnya !
Monumen Simpang Lima Gumul (SLG)
selalu digambarkan menduplikasi dengan salah satu landmark paling
ikonik di Prancis, Arc de Triomphe. Memang terlihat identik. Dari bentuk
bangunannya hingga halaman alun-alun yang membulat. Akan tetapi, Arc
de Triomphe bukanlah pionir gaya arsitek yang sama. Desain Arc de Triomphe
sejatinya mencontoh bangunan yang lebih tua lagi, yakni Monumen Arch of Titus.
Struktur yang sudah ada sejak jaman Romawi Kuno.
Arc de Triomphe dibangun oleh
Napoleon pada 1806. Hanya dua tahun setelah Napoleon menunjuk dirinya sendiri
sebagai Kaisar dengan gelar Napoleon 1. Monumen ini dibangun untuk memperingati
kemenangan Prancis dalam Pertempuran Austerlitz dan berbagai pertempuran besar
lainnya termasuk Revolusi Prancis dan Perang Napoleon.
Peniru Arch of Titus pun tak
hanya Arc de Triomphe dan Monumen SLG saja. Di pusat kota Pyongyang, Korea
Utara, monumen yang hampir serupa juga berdiri. Namanya Arch of Triumph. Bahkan
bangunan ini menjadi yang paling besar diantara gaya arsitektur Arch of Titus
yang lain.
Monumen Simpang Lima Gumul (SLG)
di Kediri mulai dibangun pada tahun 2003 dan selesai lima tahun kemudian.
Pembangunan Monumen SLG awalnya diperuntukan sebagai pusat ekonomi baru di
Kabupaten Kediri. Hal ini karena lokasinya berada di kawasan strategis.
Monumen SLG memiliki luas total
mencapai 804 meter persegi dengan tinggi bangunan mencapai 25 meter. Angka-angka
tersebut memiliki makna yang menggambarkan hari jadi Kabupaten Kediri, yaitu 25
Maret tahun 804 Masehi. Terdapat enam lantai di dalam gedung, yang
mewakili bulan kelahiran Kediri, yaitu bulan Juni.
Ada pula yang berpendapat bahwa
Monumen SLG terinsipirasi dari impian Raja Jayabaya. Seorang raja dari Kerajaan
Kediri di abad 12 yang ingin menyatukan lima wilayah di sekitar Kediri. Raja
Jayabaya juga dikenal dengan ramalan Jongko Joyoboyo yang hingga hari ini masih
banyak dipercaya.
Di tembok-tembok monumen terdapat
relief yang menggambarkan tentang sejarah Kediri, beserta kesenian dan
kebudayaannya. Di salah satu sudut tergambar pula Ganesha yang merupakan salah
satu dewa pujaan sebagian besar umat hindu dengan gelar sebagai dewa pengetahuan
dan kecerdasan, pelindung, penolak bala, dan dewa kebijaksanaan.
Pembangunan monumen ini
terinspirasi dari cita-cita besar untuk menjadikan Kediri sebagai kota yang
dikenal luas. Nama “Simpang Lima” merujuk pada lima jalan utama yang bertemu di
kawasan ini, yaitu jalur menuju Pare, Pagu, Plosoklaten, Pesantren, dan Kota
Kediri. Monumen ini dibangun sebagai simbol persatuan, kemajuan, dan kebanggaan
masyarakat Kediri, sekaligus untuk mengenang sejarah panjang Kediri sebagai
salah satu wilayah penting dalam peradaban Nusantara.
Di dalam bangunan monumen
terdapat banyak ruang, gedung utama dan ruang auditorium di lantai atas, ruang
serba guna di bawah tanah, dan minimarket yang menjual berbagai souvenir di
lantai bawah. Bangunan ini pun memiliki 3 (tiga) akses jalan bawah tanah untuk
menuju monumen. Kawasan ini tidak pernah sepi pengunjung di malam hari,
pasalnya di sekitar monumen terdapat pedagang kaki lima yang berjejer. Pada
sabtu dan minggu pagi, Kawasan ini pun padat oleh pengunjung yang berolahraga
lari pagi, berekreasi, maupun pengunjung pasar.
Pemerintah juga telah
merencanakan untuk membangun hotel, mall, pusat toko grosir, serta pusat
produk-produk unggulan dan cendera mata di Kawasan monumen Simpang Lima Gumul.
Saat ini, bangunan yang telah terealisasikan yaitu Fave Hotel yang letaknya
sangat dekat dengan monumen.
SLG sering kali menjadi tempat
berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pasar malam, festival budaya, konser
musik, dan pameran. Selain itu, area di sekitar SLG juga menjadi tempat yang
populer bagi para penggemar olahraga, seperti jogging dan bersepeda.
Simpang Lima Gumul bukan hanya
monumen kebanggaan warga Kediri, tetapi juga simbol kemajuan dan persatuan.
Dengan perpaduan arsitektur modern dan sejarah, tempat ini menjadi destinasi
wisata yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang berkunjung ke Kediri.
TUGAS LITERASI : Tulislah
informasi tersebut di buku literasimu ! Sebagai warga Kediri, apa yang kamu
rasakan dengan adanya monument SLG tersebut dan pengalaman apa yang kamu miliki
saat berkunjung ke sana ! Ceritakan secara singkat !

Komentar
Posting Komentar