Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Tagline Destination Branding “Kediri Berbudaya” Wujud Representasi Budaya Lokal

Gambar
  LITERASI 13 – Senin, 2 Februari 2026  Pilih salah satu temanmu untuk membacakan informasi berikut di depan kelas! Dan, kerjakan tugasnya ! Kediri merupakan salah satu kabupaten bersejarah di Jawa Timur yang telah berdiri selama 1.221 tahun. Untuk memperkuat identitas daerah, Pemerintah Kabupaten Kediri meluncurkan tagline baru “Kediri Berbudaya” pada 25 Maret 2023 oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana, S.H. Tagline ini menggantikan slogan sebelumnya, yaitu “Kediri Lagi”. Slogan lama tersebut memiliki makna ganda kata “Kediri” menekankan keaslian dan identitas daerah agar lebih dikenal dan mudah diingat oleh masyarakat luas, sedangkan kata “Lagi” mengandung ajakan agar investor dan wisatawan mau datang kembali ke Kabupaten Kediri. Sementara itu, makna “berbudaya” yang diangkat dalam Tagline “Kediri Berbudaya” membawa muatan filosofis yang mendalam tidak hanya terbatas pada ekspresi seni, adat, atau tradisi, tetapi juga menekankan nilai-nilai seperti toleransi, etos kerja...

Syekh Wasil : Ulama Penyebar Islam Pertama di Kediri

Gambar
  LITERASI 12 – Senin, 26 Januari 2026 Pilihlah salah satu temanmu untuk membacakan kisah berikut di depan kelas dan kerjakan tugasnya ! Kediri  merupakan salah satu daerah yang memiliki karakteristik bersejarah dalam hal penyebaran agama  Islam  di Nusantara. Jejak syiar Islam di Kediri tak bisa dipisahkan dari sosok  Syekh Wasil  Syamsudin alias Mbah Wasil atau Pangeran Makkah. Syekh Wasil merupakan sosok  perintis penyebar agama Islam di Kediri. Mbah Wasil memiliki nama lengkap Syekh Syamsuddin Al-wasil atau Sulaiman Wasil Syamsuddin, ulama asal Persia yang berdakwah di Kediri dan hidup pada abad ke-12, yaitu pada masa Kerajaan Kediri. Syekh Wasil datang ke Kediri untuk berdakwah atas permintaan Raja Kediri Jayabaya yang memerintah dari tahun 1135 hingga 1159. Syekh Wasil didatangkan untuk membahas kitab Musyarar, yang berisi ilmu pengetahuan khusus seperti perbintangan (ilmu falak) dan nujum (ramal-meramal). Masyarakat setempat di K...