Langsung ke konten utama

Sejarah Peristiwa Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki Tahun 1945

 

LPelaksanaan : Senin, 3 Agustus 2026

Pilihlah salah satu temanmu untuk membacakan pengetahuan berikut di depan kelas !

Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945 adalah peristiwa penting dalam sejarah peperangan. Tahukah kamu, pengeboman tersebut adalah pertama kalinya bom nuklir digunakan dalam peperangan? Bom nuklir adalah senjata pemusnah massal yang paling kuat dibandingkan senjata lainnya. Mengapa Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki? Apa dampak dari bom tersebut? Mari kita telusuri sejarahnya Bersama !

Setelah Perang Dunia I, negara-negara pemenang menandatangani perjanjian yang dikenal dengan Traktat Angkatan Laut Washington pada 6 Februari 1922 di Washington. Tujuan perjanjian ini adalah mencegah perlombaan senjata laut yang bisa memicu perang. Dalam traktat ini, mereka membatasi jumlah kapal perang yang boleh mereka bangun. Namun, Jepang merasa traktat ini merugikan mereka karena rasio armada lautnya lebih kecil dibandingkan negara-negara Barat. Ketidakpuasan ini menyebabkan konflik dalam militer Jepang dan memburuknya hubungan dengan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat.

Pada 7 Desember 1941, Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut AS di Pearl Harbor. Penyerangan ini membuat Amerika Serikat merasa geram dan menyatakan perang terhadap Jepang pada 8 Desember 1941.

Pada 26 Juli 1945, Amerika Serikat, Britania Raya (Inggris), dan China mengeluarkan Deklarasi Potsdam sebagai ultimatum terakhir kepada Jepang untuk menyerah tanpa syarat. Jika Jepang menolak, deklarasi ini mengancam Jepang dengan “kehancuran segera dan total.” Namun, Jepang mengabaikan ultimatum tersebut.

Pada 6 Agustus 1945, pukul 8:15 pagi, Amerika menjatuhkan bom “Little Boy” di Hiroshima. Bom ini memiliki kekuatan ledakan setara dengan sekitar 15.000 ton TNT. Menurut Pemerintah Kota Hiroshima, sekitar 70% bangunan di kota itu hancur, dan sekitar 140.000 orang tewas akibat ledakan tersebut hingga akhir tahun 1945, termasuk korban jiwa langsung dan korban yang terdampak radiasi.

Tiga hari kemudian, pada 9 Agustus 1945, Mayor Charles Sweeney mengemudikan pesawat pembom ke Nagasaki. Di sana, ia menjatuhkan bom plutonium “Fat Man” dan meledak pukul 11:02 pagi. Bom tersebut beratnya hampir 10.000 pon dan dirancang untuk menghasilkan ledakan sebesar 22 kiloton. Dampak ledakan bom ini meratakan 39% kota Nagasaki dan menewaskan ribuan penduduk.

Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945 menyebabkan dampak negatif bagi masyarakat Jepang. Selain kerugian langsung seperti kerusakan kota yang parah dan korban jiwa yang mencapai ratusan ribu, pengeboman ini juga berdampak jangka panjang.

Paparan radiasi dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki menyebabkan banyak penyakit seperti kanker, leukemia, kerusakan organ, risiko keguguran, dan trauma psikologis yang berlangsung lama bagi para penyintas. Para hibakusha (korban selamat dari bom atom Hiroshima-Nagasaki) juga menghadapi diskriminasi seumur hidup karena stigma sebagai pembawa gen cacat. Mereka kesulitan mendapatkan pasangan dan pekerjaan secara normal.

Kerugian ekonomi akibat pengeboman mencapai jumlah fantastis, termasuk kerusakan bangunan, infrastruktur, jalan, dan komunikasi di kedua kota itu. Radiasi juga mencemari lahan pertanian, perikanan, dan sumber air bersih, mempengaruhi wilayah sekitarnya dengan kelangkaan makanan lokal yang aman dikonsumsi.

Belajar dari peristiwa di dua kota bersejarah di Jepang, penggunaan senjata nuklir di masa mendatang sama sekali tidak dapat dibenarkan secara moral dan kemanusiaan. Dampak pengeboman tersebut telah menyebabkan kesakitan yang luar biasa dan tidak perlu, telah menghilangkan korban nyawa yang sangat masif, dan korban harta benda yang tak ternilai. Dampaknya pun tidak hanya dirasakan pada saat itu, tetapi terus berlanjut hingga puluhan tahun setelahnya.

Lebih dari tujuh dasawarsa sejak bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, derita kemanusiaan yang ditimbulkannya masih dirasakan dan mengusik rasa kemanusiaan kita. Tetapi, kesadaran untuk menghapuskan ancaman kemanusiaan tersebut dari muka bumi ternyata masih jauh dari harapan. Umat manusia masih hidup dalam bayang-bayang ancaman kepunahan dengan hampir 15.000 bom nuklir yang ada di dunia ini. Hadirnya Traktat Pelarangan Senjata Nuklir pada tahun 2017 memberi secercah harapan bahwa dunia yang bebas dari bayang-bayang senjata nuklir bukan sebuah ilusi, sekalipun untuk mencapainya bukan perjalanan yang pendek dan mudah.

Tugas Literasi : 1. Tulislah informasi tersebut di buku literasimu !

2. Dari peristiwa Hiroshima dan Nagasaki yang sudah dibaca, nasihat apa yang bisa kamu tanggap untuk kehidupan manusia di masa depan? Jelaskan ! 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Monumen Simpang Lima Gumul Kediri

  LITERASI 14 – Senin, 9 Februari 2026  Pilihlah salah satu temanmu untuk membacalkan informasi di bawah ini di depan kelas dan kerjakan tugasnya ! Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) selalu digambarkan menduplikasi dengan salah satu  landmark  paling ikonik di Prancis, Arc de Triomphe. Memang terlihat identik. Dari bentuk bangunannya hingga halaman alun-alun yang membulat.  Akan tetapi, Arc de Triomphe bukanlah pionir gaya arsitek yang sama. Desain Arc de Triomphe sejatinya mencontoh bangunan yang lebih tua lagi, yakni Monumen Arch of Titus. Struktur yang sudah ada sejak jaman Romawi Kuno.  Arc de Triomphe dibangun oleh Napoleon pada 1806. Hanya dua tahun setelah Napoleon menunjuk dirinya sendiri sebagai Kaisar dengan gelar Napoleon 1. Monumen ini dibangun untuk memperingati kemenangan Prancis dalam Pertempuran Austerlitz dan berbagai pertempuran besar lainnya termasuk Revolusi Prancis dan Perang Napoleon. Peniru Arch of Titus pun tak hanya Arc de T...

Tagline Destination Branding “Kediri Berbudaya” Wujud Representasi Budaya Lokal

  LITERASI 13 – Senin, 2 Februari 2026  Pilih salah satu temanmu untuk membacakan informasi berikut di depan kelas! Dan, kerjakan tugasnya ! Kediri merupakan salah satu kabupaten bersejarah di Jawa Timur yang telah berdiri selama 1.221 tahun. Untuk memperkuat identitas daerah, Pemerintah Kabupaten Kediri meluncurkan tagline baru “Kediri Berbudaya” pada 25 Maret 2023 oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana, S.H. Tagline ini menggantikan slogan sebelumnya, yaitu “Kediri Lagi”. Slogan lama tersebut memiliki makna ganda kata “Kediri” menekankan keaslian dan identitas daerah agar lebih dikenal dan mudah diingat oleh masyarakat luas, sedangkan kata “Lagi” mengandung ajakan agar investor dan wisatawan mau datang kembali ke Kabupaten Kediri. Sementara itu, makna “berbudaya” yang diangkat dalam Tagline “Kediri Berbudaya” membawa muatan filosofis yang mendalam tidak hanya terbatas pada ekspresi seni, adat, atau tradisi, tetapi juga menekankan nilai-nilai seperti toleransi, etos kerja...

Misteri Perairan Masalembo: Segitiga Bermuda Indonesia

  Pelaksanaan : Senin, 21 September 2026 Pilihlah salah satu temanmu untuk membacakan informasi berikut di depan kelas ! Perairan Masalembo terletak tepat di perlintasan perairan antara utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, serta menghubungkan wilayah Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, Perairan Masalembo memegang predikat kelam sebagai "Segitiga Bermuda Indonesia". Area segitiga imajiner yang menarik garis antara Kepulauan Masalembo, Majene, dan Surabaya ini berulang kali menjadi tempat bagi rentetan tragedi mematikan transportasi laut dan udara nasional. Nama Masalembo berakar dari Kepulauan Masalembu. Dalam catatan sejarah lokal, wilayah pulau yang dahulu belum berpenghuni ini dihuni oleh populasi mamalia sapi atau lembu, hingga masyarakat suku Bugis menyebutnya Nusa Lembu (Pulau Sapi). Seiring perjalanan waktu, pelafalan tersebut bergeser menjadi Masalembu—dari kata masa yang berarti banyak dan lembu yang merujuk pada populasi sapi—sementara perairan di sekitar gugusan k...